Seseorang berkata "Kenapa anak-anak dibawa ke masjid untuk sholat, kan
nanti bisa mengganggu, ribut, berisik..."
Sebuah ungkapan yang sering kita dengar tentunya. Hal seperti itu sangat sering
terjadi terutama jika memang anak yang dibawa itu senang bermain dan bercanda
dengan teman-temannya.
Lantas bagaimana kita menyikapi kejadian tersebut?
Memang sudah menjadi kodrat alam bahwa anak kecil senang bermain, senang
bercanda dalam setiap hal. Hal itu merupakan suatu kebutuhan bagi anak-anak
sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan kedustaan. Ketika
masa kecil dilalui dengan kesenangan dan kegembiraan maka bekal yang akan dia
bawa sampai besar adalah menyikapi kehidupan dengan selalu tersenyum dan akan
senantiasa bergembira. Berbeda dengan anak yang sejak kecil pendiam, biasanya
dia akan tumbuh menjadi seorang pribadi yang penuh kejutan. Bisa menjadi
seorang yang tertutup dan cenderung menghindar atau justru menjadi seorang pribadi
yang sangat frontal karena luapan emosi yang tidak terkontrol hal itu biasanya
disebabkan karena pada saat kecil emosinya sering terpendam dan ketika dewasa
luapan-luapan emosi itu menjadi tidak terkontrol.
Kembali kepada persoalan membawa anak ke masjid utnuk sholat dan lainya.
Rosululloh mengajarkan untuk memulai segala urusan dari masjid. Bahkan untuk
urusan pemerintahan pun beliau memulai dari masjid. Disini kita mengajarkan
kepada anak-anak untuk mencintai masjid, memulai aktifitas dari masjid
(walaupun akan berisik diawalnya).
Seorang anak adalah generasi penerus kita sehingga jika tidak kita bekali
dari sekarang, dari sejak kecil, lantas kapankah mereka akan mengerti bahwa
untuk memulai segala urusan harus dari masjid?
Sesungguhnya kita haruslah bangga jika ketika melihat barisan shaf dalam
sholat berdiri anak-anak kecil remaja dan pemuda. Karena pada merekalah kita
akan meggantungkan nasib umat. Merekalah yang akan melajutkan perjuangan
menegakan ajaran Islam.
Bagi para ayah, seberapa seringkah ayah mengajak anak-anaknya pergi sholat
ke masjid?
Dalam seminggu, berapa kali mengajak anaknya untuk sholat berjamaah di
masjid?
Apakah lebih sering mengajak ke masjid atau mengajak ke mal atau ke pasar?
Sesungguhnya jika kita lebih sering mengajak ke mal atau ke pasar, atau kita
sudah tidak menemukan lagi anak-anak yang sholat berjamaah di masjid, maka
sesungguhnya kita telah kalah dan bahkan lebih telak dan lebih memalukan
daripada kalahnya Brazil atas Jerman di Piala dunia yang lalu.
Marilah kita ajak anak-anak kita untuk senantiasa sholat berjamaah di
masjid,.
Bagi yang bekerja seperti saya (buruh pabrik), setidaknya sholat Magrib,
Isya dan Shubuh kita berjalan menuju
masjid sambil menggandeng anak-anak kita serta bersenandung sholawat tanda cita
kita pada Rosululloh dan syukur kita atas karunia yang telah diberikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar