Minggu, 01 November 2015

Tiupan pada buhul adalah sihir

Intisari Tauhid [83]

TIUPAN PADA BUHUL ADALAH SIHIR

(Diriwayatkan) oleh An-Nasâ`iy dari hadits Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhû, (beliau berkata),

(مَنْ عَقَدَ عُقْدَةً ثُمَّ نَفَثَ فِيهَا فَقَدْ سَحَرَ، وَمَنْ سَحَرَ فَقَدْ أَشْرَكَ، وَمنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ).

“Barang siapa yang membuat satu buntalan, lalu meniup pada (buntalan) itu, sungguh dia telah melakukan sihir, sedang barang siapa yang melakukan sihir sungguh dia telah berbuat syirik. Barang siapa yang bergantung pada suatu (jimat), diserahkanlah urusan orang itu kepada (jimat) itu.”

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam menerangkan salah satu dari jenis sihir serta hukumnya, dalam rangka memberi peringatan agar umatnya tidak melakukan hal tersebut. Maka beliau mengatakan: bahwa salah satu bentuk sihir adalah membuat ikatan dari benang dan yang semisalnya, kemudian meniup pada ikatan tersebut dengan tiupan yang disertai dengan air ludah. Hal ini karena para tukang sihir ketika hendak melakukan sihir, mereka membuat ikatan dari benang dan meniup pada setiap ikatan sampai terlaksana sihir yang mereka inginkan. Maka nafasnya yang kotor meniupkan kejelekan, dan dia meminta pertolongan kepada syaithan sambil meniup ikatan-ikatan tersebut. Maka keluarlah dari nafasnya yang kotor nafas yang disertai dengan ludah yang telah bercampur untuk kejelekan dan dia meminta pertolongan kepada syaithan, sehingga dengan izin Allah yang kauny lagi qadary sihir itu mengenai (menimpa) orang yang disihir itu.
Pada hadits ini terdapat penjelasan tentang suatu jenis dari jenis-jenis sihir yaitu sihir yang menggunakan ikatan yang dikenal dengan sebutan ‘azîmah.

Faedah Hadits
1. Penjelasan tentang suatu jenis sihir, yaitu yang dilakukan dengan perantaraan ikatan dan tiupan.
2. Bahwa sihir adalah kesyirikan karena dilakukan dengan meminta pertolongan kepada syaithan.
3. Bahwa barangsiapa yang bersandar kepada selain Allah, Allah akan merendahkan dan menghinakannya.

[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar