Intisari Tauhid [73]
KETERANGAN BAHWA ADA DI KALANGAN UMAT INI YANG MENYEMBAH BERHALA
Firman Allah Ta’âlâ,
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ
“Apakah engkau tidak memerhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab, tetapi mereka percaya kepada jibt dan thaghut?” [An-Nisâ`: 51]
Setelah menyebutkan tentang tauhid dan kesyirikan -yang dapat meniadakan atau mengurangi (tauhid) tersebut-, dalam bab ini penulis menyebutkan bahwa kesyirikan niscaya akan terjadi pada umat ini. Yang penulis inginkan dengan penyebutan hal itu adalah untuk membantah para penyembah kubur yang berbuat kesyirikan seraya berkata, “Kesyirikan tidak akan terjadi pada umat Muhammad ini selama mereka masih mengucapkan, ‘Lâ Ilâha Illallâh Muhammadur Rasûlullâh.’.”
Allah Subhânahu berkata kepada Nabi-Nya shallallâhu ‘alaihi wa sallam dengan cara keheranan dan pengingkaran, Apa kamu tidak melihat kepada mereka orang-orang Yahudi dan Nashara yang telah diberi bagian dari kitab Allah yang padanya terdapat penjelasan tentang kebenaran dari kebatilan, yang meskipun demikian, mereka (setelah dijelaskan) tetap membenarkan kebatilan berupa peribadahan kepada patung-patung, perdukunan dan sihir serta menaati syaithan dalam perkara itu.
Apabila mereka yang telah diberi bagian dari Al-Kitab masih beriman kepada jibt dan thaghut, maka umat ini yang juga telah diberi Al-Qur`an tidak dapat dipungkiri dan tidak mustahil untuk juga beribadah kepada jibt dan thaghut, sebab Ar-Rasul shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa akan ada di kalangan umat ini yang mengerjakan perbuatan yang mencocoki apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nashara, meskipun dia membenci perbuatan mereka itu dan mengetahui kebatilannya.
Faedah Ayat
1. Bahwasanya akan ada di kalangan umat ini yang menyembah berhala-berhala sebagaimana yang terjadi pada orang-orang Yahudi dan Nashara.
2. Bahwa beriman kepada jibt dan thaghut dalam permasalahan ini artinya mencocoki pelakunya meskipun dia membenci dan mengetahui kebatilannya.
3. Bahwa kekufuran terhadap jibt dan thaghut adalah wajib dalam semua kitab-kitab yang diturunkan dari langit.
4. Wajibnya mengamalkan ilmu, dan bahwa barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya maka ada kesamaan dengan Yahudi dan Nashara.
[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]
Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar