Sabtu, 18 April 2015

Didiklah anak di atas Islam




"Tinggi cita-citanya, mau jadi Imam Ahmad", kata umminya. Subhanallah, belum pernah ana bertemu dengan anak kecil berumur sekitar 8 tahun yang mengatakan hal serupa, selain di keluarga ini. Ya, keluarga yang menurut ana "amazing". Beberapa kali ana dapat kesempatan berkunjung dan tinggal lumayan lama di keluarga ini sehingga beberapa hal yang (menurut ana) "amazing" ana temui. Suatu hari ana berkunjung (kembali). Bocah 8 tahun itu baru saja selesai hafalan surat At-Thuur sama abinya. Ya, lagi-lagi Subhanallah. Coba tanya diri kita, "berapa umurmu sekarang? sudah hapal berapa banyak dari Al-Qur'an?" Dan ketika ana belajar bersama dengan saudara-saudaranya, adiknya yang paling kecil (6 tahun) membuka-buka buku dan mulai belajar. Tibalah pada bagian yang ada lagunya. Dia berkata "jangan lagu, maksiat". Ya ikhwah, pernahkah antum mendengar anak yang masih sangat kecil mempunyai kesadaran terhadap maksiat seperti itu? Inilah yang menurut ana pendidikan agama yang sukses di dalam keluarga..

Di lain pihak, ana berkesempatan bertanya kepada seorang anak. "Why do you study Qur'an?” dia menjawab "My mum forced me”. Anak ini berusia 12 tahun, dan anak tercerdas di kelasnya. Ya memang, dia tidaklah terlahir di dalam keluarga seorang ustadz, dan terlebih lagi memang dia adalah anak yang orang tuanya baru masuk Islam. Di satu pihak ana berpikir, "ya Alhamdulillah, orang tuanya dapat hidayah masuk Islam dan dia sekarang belajar Al-Qur'an. Walaupun terpaksa ya masih lumayan deh" (semoga Allah membimbingnya selalu, amiin). Tapi di pihak lain, kalau ana bandingkan dengan bocah-bocah "amazing" itu, ana jadi merasa kasihan. Kasihan juga dengan anak-anak mu'allaf lainnya di kelas itu. Ada yang jarang sekali datang ke kelas, dan ketika gurunya tanya kepada temannya.. "Where is she?" Temannya menjawab "She's shopping".

Qodarullah memang mereka terlahir di negeri kafir ini. Budaya kafir sangat kuat mempengaruhi bocah-bocah kecil ini. Bagaimana jadinya kah nanti kalau mereka pun tetap merasa terpaksa dalam mempelajari Al-Qur'an dan Sunnah. Bagaimana mereka akan menyaring budaya kafir itu? Ana sangat berharap kalau suatu saat nanti anak-anak ini (juga ana) ditaqdirkan oleh Allah untuk berhijrah ke negeri muslim, Amiin.

Ya ikhwah, jagalah selalu anak-anakmu. Bimbinglah sedari kecil dirinya di atas islam. Jadilah orang tua yang sukses! Selamat untukmu wahai orang tua yang mampu membimbing anak-anakmu di atas Islam!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar