By pena muda
Hidup
itu penuh dengan resiko. Dari hal yang paling sederhana sampai yang
paling rumit sekalipun. Dari sekedar ngupil (Sederhana sih. Tapi
resikonya: dari mulai jari gak bisa keluar, trus gak kebagian oksigen,
trus kehabisan nafas dan berakhir di dalam ruang sempit nan gelap yaitu
kuburan. Mending masuk syurga, kalau neraka gimana?? Gak enak banget
kalau muncul berita besar di headline koran, "DITEMUKAN SESOSOK MAYAT
DIDALAM NERAKA DENGAN KONDISI YANG MENGENASKAN, JARI TERSELIP DI BALIK
HIDUNG" ^%$%^$%##$#) Hehehe...
Ehm...Kita lanjutkan.. Dari sekedar ngupil sampai harus menentukan arah kehidupan yang mengarahkan kita pada jari diri kita..
Lantas
apa kita harus pasrah dengan keadaan? Diam seribu bahasa? Tak berbuat
sesuatu bahkan hanya untuk berkata tidak sekalipun? Ooooo... Tentu
tidak!!! (Anak ibu cacingan??? Tentu tidak????)
Sesulit
apapun hidup ini, serumit apapun kondisi kita jangan sampai membuat
kita merasa putus asa. Kondisi sulit itulah yang harusnya bisa membuat
diri kita semakin tegar dan berbenah. Memandang optimis tiap peluang dan
menghancurkan dinding pembatas antara kegagalan dan ketercapaian.
Disitulah kita akan menemukan diri kita akan ada di tengah - tengah
puing keberhasilan dari semangat yang kita bangun. Karena orang lain
yang sekuat superman, bersemangat seperti motivator, sekalipun takkan
mampu berbuat banyak jika bukan kita sendiri yang menggerakkan diri kita
sendiri.
Daun
itu lemah.. Jika kita lihat dari fisiknya. Terombang - ambing tak tentu
arah. Hanya ikut kemanapun angin meniupnya. Kalau saja ada pilihan
untuk berubah menjadi sebuah batang yang kokoh, tentunya ia akan memilih
itu. Tapi mengapa daun tidak protes pada Allah karena telah
menciptakannya sebagai daun? Tentu saja ada hikmah di balik
kelemahannya.. Ya.. Karena yang lemah itu hanya fisiknya. Tapi coba kita
lihat dari manfaatnya. Daun sangat luar biasa. Di daun terjadi
fotosistesis, proses memasak makanan untuk batang dan bagian pohon
lainnya. Daun juga yang memayungi batang dari cahaya matahari. Sungguh
bahagia hidupnya dapat memberi manfaat pada yang lain...
Pelajaran
bagi kita bahwa kelemahan tak selamanya merugikan. Karena sebelum kuat
pasti lemah dulu.. Tak kan ada orang kuat tanpa orang lemah... Semua
akan saling melengkapi.
Resiko
hidup adalah adalah bagian dari hidup itu sendiri. Jika kita sempat
berfikir, mengapa orang lain bisa sedangkan aku tidak, maka sebenarnya
kita sudah tau jawabannya sebelum pertanyaan itu terfikirkan. Bahkan
kita tau caranya berbuat sebelum kita terfikir dengan pemikiran kita
itu.
Masalah
itu adalah anugerah. Tak ada penyelesaian tanpa masalah. Masalah yang
melatih kedewasaan berfikir. Mengapa seorang anak dikatakan sebagai
anak-anak? karena masalah yang mereka hadapi belum mampu mengubah diri
mereka menjadi dewasa. Bahkan cenderung anak-anak tak mengenal apa itu
masalah.
Lakoni
hidup dengan kemampuan kita. Jangan hidup tanpa perencanaan. Mencuri
saja pakai rencana. Mengapa hal yang baik tidak kita rencanakan.
MANISNYA HIDUP, KITA YANG TENTUKAN ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar